Gedung Djoeang 45: Gedung Kolonial yang Instagrammable di Solo - Portalgenz
Berita Hari Ini
Loading...

Friday, 17 July 2020

Gedung Djoeang 45: Gedung Kolonial yang Instagrammable di Solo

Foto: petitboutiquehotelsolo.com

Portalgenz.com – Sebagai kota wisata, Solo terkenal karena menawarkan berbagai wisata yang seru untuk dikunjungi. Tidak hanya kulinernya saja yang wajib untuk dieskplorasi, sejarah dari kota yang juga disebut dengan Surakarta ini juga seru untuk didatangi lho! Salah satunya adalah Gedung Djoeang 45, bangunan khas zaman Belanda yang instagrammable.

Gedung Djoeang 45 berada di Jl. Mayor Sunaryo Kec. Pasar Kliwon Solo, atau tepatnya berada di sebelah timur Benteng Trade Centre (BTC). Awalnya, gedung ini bernama Gedung Dewan Harian Cabang (DHC) 45. Sempat terbengkalai selama bertahun-tahun, gedung ini akhirnya direvitalisasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bekerjasama dengan Manajemen BTC beberapa tahun belakangan ini. Semenjak itu, Gedung Djoeang 45 menjadi salah satu landmark sejarah terpopuler yang ada di Solo.

Gedung yang sudah berdiri sejak tahun 1880 ini pada awalnya merupakan gedung fasilitas penunjang bagi orang-orang Eropa, dan masih satu kompleks dengan Benteng Vastenburg yang berada di sebelah utara gedung. Seiring berjalannya waktu, orang-orang Eropa mulai mengalihfungsikan gedung menjadi asrama dan balai pengobatan, dan hanya bisa digunakan oleh orang Eropa saja. 

Foto: jatengonline.com

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Gedung Djoeang 45 beralih fungsi menjadi kantor dewan harian cabang yang pada akhirnya dikenal dengan nama Gedung DHC 45. Dengan berbagai sejarah gedung yang sangat panjang, Gedung Djoeang 45 diakui dan masuk sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) Kota Solo yang harus dilindungi dan dilestarikan.

Komplek Gedung Djoeang 45 terdiri dari gedung yang menyatu dengan sebuah hotel bernama Boutique Hotel. Di sepanjang halaman gedung terdapat patung-patung, tugu prasasti, bangku-bangku, rerumputan sintetis, serta lampu-lampu yang semakin memancarkan keindahan gedung bergaya kolonial dengan sentuhan kekinian tersebut. Bangunan kokoh bernuansa putih semakin memperkuat nuansa arsitektur gaya Eropa, dan pastinya cocok untuk foto-foto instagrammable disini!

Agar semakin kekinian dan menyasar kaum milenial, terdapat sebuah coffee shop di pintu masuk Gedung Djoeang 45 bernama Haluan Kopi, lengkap dengan interior café yang sangat instagrammable. Di bagian dalam kompleks gedung juga terdapat sebuah café gelato baru yang bernama Gelatoku. Mendatangi kedua café ini tentu sangat cocok untuk disambangi untuk berbincang-bincang hangat sembari ngopi cantik setelah puas berfoto-foto ria di Gedung Djoeang 45.

Foto: Twitter @agendasolo

Tak perlu khawatir kantong jebol, karena sampai saat ini memasuki Gedung Djoeang 45 tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya cukup membayar biaya parkir kendaraan saja untuk dapat menikmati keindahan gedung bersejarah khas zaman Belanda ini. Jika sobatgenz ingin berkunjung kesini, catat waktunya ya, Gedung Djoeang 45 beroperasional mulai pukul 5 sore hingga jam 12 malam.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Hai gengs ! Jangan lupa setelah kamu selesai membaca dan merasa bermanfaat, bagikan artikelnya ke teman-teman kamu ya. Yuk bergabung bersama kami membangun dunia informasi untuk kaum milenial dan gen z Indonesia dan ikuti sosial media kami.
Done